Sebuah novel yang memperkarakan perihal cinta yang sumbang, sebab ia berkilah sekaligus bergairah dalam pertelingkahan relasi-relasi eksistensial para tokohnya. Tarik-menarik peristiwa dirayakan sebagai gairah untuk menemukan identitas-identitas emosional, pun kultural. Dan lewat berbagai bidikan perspektif plot, jalinan bahasa yang puitik mengusung kearifan lokal, novel ini hadir sebagai salah satu kekayaan khasanah literer (Melayu) kita. Marhalim Zaini, penulis novel Getah Bunga Rimba
Lawa adalah gambaran kegelisahan seorang Saidul Tombang akan banyak realitas yang ditemukannya sehari-hari. Tentang belenggu masa lalu, ketidakyakinan akan diri sendiri, dan banyak potret manusia modern yang sedang berada di persimpangan. Sebagai novel perdana, Saidul Tombang punya potensi untuk dikembangkan. Lawa telah menjelaskan potensi itu. Hary B Koriun, Redaktur Budaya Riau Pos
Novel ini membuka mata banyak orang tentang esensicinta, pengorbanan, dan siasat. Dengan latar belakangbudaya Kampar yang jarang dieksplorasi seniman, novelini patut menjadi rujukan. Gaya bertutur yang khasyang digunakan penulis juga mampu membuat novel inimenarik untuk dibaca. Rida K Liamsi, Penulis Novel Bulang Cahaya
Sudah meluncurkan sebuah novel dengan judul Lawa pertengahan Mei 2008. Karya sastra lain pengurus Komite Sastra Dewan Kesenian Riau (DKR) ini sudah menyebar di berbagai media. Seperti Riau Pos, Batam Pos, Majalah Budaya Sagang, Surat Kabar Kampus Gagasan, dan lainnya. Sedangkan buku antologi yang memuat cerita pendeknya tersebar di Satu Abad Cerpen Riau, Magi dari Timur, Seikat Dongeng tentang Wanita, Terbang Malam, Keranda Jenazah buat Ayah, dan lainnya.
Selain itu, juga menerbitkan buku karya jurnalistik. Seperti Menjadi Wartawan Masa Depan dan Ke Negeri Serambi Luka. Selain itu, juga membuat beberapa film dokumenter di bawah bendera Jantang Communications.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar